Social Icons

Pages

Kamis, 26 Juni 2014

Embun Fana

"Embun Fana"

29 Maret 2014 pukul 20:09
Oleh : Wahyuni Wahid 

Aku menetes, mengalir, jatuh dan terhempas

Tak ada kata yang indah untuk ini

Hancur, perih, lukaku terkoyak sunyi

Begini kah tetesan embun kepiluan

Hanya hadir sebagai pemanis mentari di pagi hari


Ku coba untuk mengoyak, mengoyak sunyi

Membuyarkan setiap alunan melodi fana

Kenapa kau menghancurkan angan yang hendak bergerak maju?

Hingga kau membuat semua jemari menjadi lemah,

Mata yang enggan untuk menatap, dan bibir yang kelu saat
berucap

membungkam setiap kata yang ingin tercuat

Kau, kau, kau membuyarkan setiap keping asa dalam desir darahku

Dum, dum, dum, hanya debaran ini yang masih setia

Setia mendebarkan keping-keping yang tersisa di jiwaku

Apakah kau masih tak peka juga? Kau selalu sibuk berkelana
dengan waktu

Hingga aku, kau buat terperosok dalam jurang fanamu

Cukup kini keretakanku, aku retak dan kini bayangku mulai
lelah

Aku ingin pergi namun kau berusaha menahanku

Kau berteriak padaku, “jangan pergi!”

Sudah, usai sudah semua kefanaan ini

Tak usah kau berbalik arah padaku

Sikapmu itu telah jelas sudah sayang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates